Detail Aspirasi
pb01.jpg
Kamis 23 April 2015 lalu saya melihat akun Twitter resmi Pemkot Bogor (@PemkotaBogor) merespon laporan dari akun @firmanmb mengenai angkot yang ngetem sembarangan: "Nuhun atas laporannya, akan kita lanjutkan ke @dllajkotabogor & @aspirasi_bogor ya.. ". Demikian jawab akun @PemkotaBogor. Jawaban menggunakan reply/quote link. Bukan me-reply dengan me-mention akun @firmanmb sebagai pelapor. Tidak lama kemudian saya merespon tweet @PemkotaBogor tersebut dengan menulis: "Saran: tweet aspirasi baiknya di reply dgn mention bukan dgn link. Agar yg bersangkutan merasa dihargai". Lalu jawaban yang saya dapat dari akun @PemkotaBogor adalah: "Mention atuh @aspirasi_bogor nya biar sarannya dibaca.. LOL". Memalukan. Tidak pantas seorang admin akun Twitter resmi pemerintahan menjawab dengan gaya bahasa seperti itu. Apalagi merespon saran warga yang disampaikan secara baik-baik. Lagipula, maksud saya adalah memberi saran kepada akun @PemkotaBogor mengenai cara mereka me-reply tweet warga. Kenapa lantas mereka meminta saya me-mention akun lain? Gagal paham. Kejadian ini bukan dialami saya saja. Tapi juga kepada akun lain pada 24 April 2015 dengan jawaban kekanak-kanakan yang sama persis. Bisa dicek di linimasa @PemkotaBogor untuk memastikan. Mudah-mudahan tidak dihapus tweet yang saya maksud. Saya memberi saran kepada akun @PemkotaBogor untuk tidak me-reply tweet aspirasi warga menggunakan link dengan berbagai pertimbangan umum: 1. Ada banyak aplikasi Twitter dan tidak semua aplikasi mengeluarkan notifikasi jika tweet yang disampaikan di-reply menggunakan link. Dalam kasus ini belum tentu akun @firmanmb mendapat notifikasi bahwa laporannya tentang angkot ngetem sudah direspon oleh akun @PemkotaBogor. Tentunya warga akan senang jika keluhannya direspon. Mereka akan merasa dihargai dan mengapresiasi kinerja Pemkot Bogor. 2. Jika me-reply dengan link. Aspirasi yang disampaikan warga belum tentu bisa dibaca oleh pengguna Twitter yang lain karena jika akun pelapor diproteksi tentu hanya followers akun bersangkutan yang melihat. Saya menyampaikan saran dengan cara baik-baik dan menggunakan kata-kata yang sopan. Tidak jadi soal jika saran saya tidak diterima atau dianggap sepele. Tapi tolong respon dengan cara yang normal layaknya akun resmi pemerintahan. Perlu diingat, akun @PemkotaBogor mewakili pemerintahan Kota Bogor, bukan pribadi. Mereka adalah corong informasi utama serta perpanjangan tangan Pemkot Bogor. Jika menanggapi saran "sepele" saja gagal paham, bagaimana menangani hal-hal lain yang sifatnya strategis? Sebaiknya diganti saja admin yang saya maksud sebelum kota ini dipermalukan lebih sering lagi. Kota Bogor sedang berbenah dalam segala hal. Pun mencakup cara berpikir, mengolah logika, dan gaya berbahasa seluruh jajaran di pemerintahan, termasuk admin akun Twitter resmi Pemkot. Kekuatan dan pengaruh media sosial sangat besar. Jangan pernah anggap etika di sosial media adalah hal sepele. Saya yakin Kang Bima Arya paham betul soal ini. Satu hal yang perlu diingat, warga adalah komisaris tertinggi kota ini. Tugas Pemkot adalah melayani warga dengan sebaik-baiknya. Kritik keras dengan kata-kata kasar saja wajib direspon dengan sabar, bijak, dan tidak merendahkan, apalagi saran yang disampaikan secara baik. Toh penting tidak penting, setiap aspirasi yang masuk pasti ada sisi positif yang bisa digunakan Pemkot untuk memperbaiki seluruh aspek di kota ini. Terima kasih. Maju terus Kota Bogor!
Tanggapan Admin
Pemkot Yth. Bpk. Reva, terimakasih atas saran dan masukan yang diberikan kepada kami. Perlu kami jelaskan bahwa respon atas aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat di twitter menggunakan reply/quote link ditujukan agar jawaban yang diberikan tidak melebihi atau maks. 160 karakter dan pengirim aspirasi dapat menerima jawaban tersebut secara menyeluruh. Kedepannya, kami selalu terbuka terhadap kritik, saran dan opini yang membangun bagi peningkatan proses interaksi antara Pemerintah Kota Bogor dan elemen masyarakat melalui media sosial.
Lacak Aspirasi Saya
Telusuri Aspirasi anda

Disini anda dapat melihat detail aspirasi atau pengaduan yang telah Anda kirimkan dengan mengentrikan IDTIKET yang sudah diinfokan melalui email/sms/aplikasi android untuk memantau respon terkini dari aspirasi/pengaduan Anda tersebut.

Testimoni Warga

Bravo..Buitenzorg my soul..."Aspirasi tanpa tindakan adalah angan belaka"

Husy, sukasari bogor timur

Yang paling penting adalah wadah pengaduan dan saran ini harus bersifat membangun untuk kepentingan orang banyak dan terlebih tidak hanya cuma dibaca asal lewat tetapi ditindak lanjuti (bukti nyata).

Doddy Bilhaqi, Perum Puri Delta Kencana Blok i No 14, Jl Raya Kalimurni, Kec. Kencana, Kel Tanah Sareal, Cilebut -

Kota Bogor pemerintahannya makin terbuka dengan adanya web aspirasi kota bogor. Keren (Y)

ardi, depok

Alhamdulillah... kota bogor punya web aspirasi untuk warga bogor. maju terus pemerintahan kota bogor.

zundillah, depok

Dengan adanya media ini, mudah-mudahan dapat membuka dan mempermudah komunikasi antara warga dengan pemangku kepentingan untuk kemajuan dan kesejahteraan Kota Bogor.

Agung, KP. PANGKALAN RT.04 RW.01 KELURAHAN CIBULUH KECAMATAN BOGOR UTARA

Terimakasih sudah memudahkan akses interaksi antara warga dan Pemkot. Semoga seluruh permasalahan di Kota Bogor bisa teratasi sampai tuntas.

Reva Prasetya Vidiansyah, Jl. Bubulak-Pondok Rumput Gg. Samiaji no.2 RT 04/06 Kebon Pedes, Tanah Sareal.

Waah... kota bogor asik ya punya web aspirasi warga, menampung aspirasi warga-warga kota bogor. Depok juga nyusul. hehe

ardiyanni, depok

Semoga aspirasi positif warga Bogor yang cinta kota kelahirannya dapat repon positif juga dari PEMDA.

Rustamaji, Dekeng Rt 002/03 - Kel. Genteng Bogor Selatan

kereeeeennnn....

Riksa, Jl. Cimanggu Kecil

istimewa bogor mudah2an cepat tanggap mimin nya

denz, sempur kaler bogor
android.jpg
call_center.jpg